Bandung – Informasi mengenai harga Pertamax yang disebut naik menjadi Rp16.250 per liter ramai diperbincangkan di media sosial. Unggahan tersebut menarik perhatian masyarakat karena diklaim terjadi pada tengah malam dan memicu berbagai tanggapan dari pengguna internet.
Dalam gambar yang beredar, terlihat aktivitas pengisian bahan bakar di sebuah SPBU disertai narasi bahwa pemerintah menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter. Kabar tersebut kemudian menyebar luas dan menjadi topik diskusi di berbagai platform media sosial.
Sejumlah warga mengaku terkejut dengan informasi tersebut karena kenaikan harga BBM dapat berdampak pada pengeluaran harian, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi yang rutin menggunakan bahan bakar non-subsidi.
Pengamat ekonomi menilai bahwa perubahan harga BBM pada umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pergerakan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga kebijakan energi yang berlaku. Karena itu, masyarakat disarankan untuk selalu merujuk pada informasi resmi dari pemerintah maupun operator SPBU sebelum menyimpulkan kebenaran suatu kabar.
Di sisi lain, sejumlah pengguna media sosial meminta adanya transparansi dan sosialisasi yang lebih luas apabila terjadi perubahan harga bahan bakar agar masyarakat dapat mempersiapkan diri lebih baik.
Hingga kabar ini ramai dibahas, masyarakat diimbau untuk memeriksa informasi melalui sumber resmi guna menghindari kesalahpahaman atau informasi yang belum terverifikasi.
