Tampilkan postingan dengan label RPL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RPL. Tampilkan semua postingan

11/29/2017

Analisis Software Model Proses

Analisis Software Model Proses - Pada pembahasan kali ini ada suatu pertanyaan yang mangganjal saya tentang Software Proses “mengapa sih dalam pembuatan software membutuhkan proses?.

Penggambarannya di misalnya dalam pembuatan suatu produk smartphone kita sebut saja android dengan branded smartfren andro max-i yang cukup laris manis di pasar gadget indonesia karena smartphone android ini yang cukup handal dalam hal performa dengan prosesor dual core 1GHz snapdragon, OS android versi 4 ICS lalu dengan kamera 5MP dengan harga di bandrol mulai dari Rp.1,2 juta, gimana tidak laris di indonesia? (*kenapa jadi bahas smartphone :D*), let’s go back to topic :), yaaa intinya mereka itu merupakan sebuah product dan sebuah product tidak jadi dengan sendrinya bin salabim abrakadabra langsung jadi :D, pasti dalam pembuatannya membutuhkan proses yang panjang kan?.

Software Proses

Sama halnya dengan pembuatan software, pasti membutuhkan proses yang panjang seperti melakukan analisis, lalu mencari kebutuhan system dengan melakukan interview, setelah data terkumpul melakukan pemodelan system dengan salah satu metode, mentransformasikan dalam coding, debug program, maintenance program, pengimplementasikan system, menambahkan yang di butuhkan, lalu melakukan siklus life circle of software sampai semua kebutuhan terpenuhi.

Pertanyaan yang selanjutnya “kapan kita membutuhkan proses ?”, pertanyaan yang bagus, software itu di butuhkan proses setiap saat dan dalam sebuah project besar harus membutuhkan proses yang formal, lalu dalam membuat system yang kompleks membutuhkan proses yang tidak mudah, untuk lebih jelasnya tentang aktifitas utama dalam proses pembuatan software yaitu sebagai berikut :

Software Spesifikasi
Dalam proses ini di butuhkan suatu informasi tentang software yang akan di buat nanti dengan mencari tau apa saja spesifikasi software yang dibutuhkan lalu fungsi-fungsi yang telah terangkum nantinya bila sudah dalam keadaan melakukan operasional.

Software Design dan Implementasi
Dalam proses ini saya rasa kegiatan yang dilakukan adalah setelah mengumpulkan informasi sesuai yang dibutuhkan lalu dilakukan perancangan model (design) setelah itu melakukan penulisan program coding dengan suatu bahasa pemrograman tertentu (implementasi).

Software Validation
Dalam proses ini di lakukan kegiatan maintenance agar bisa di pastikan suatu software sesuai dengan kebutuhan suatu system maupun user (pengguna software).

Software Evolution
Dalam proses ini di lakukan peningkatan versi software agar tidak out of date dan bisa mengikuti perkembangan suatu masa ke masa yang akan datang dapat terakomodasi dengan baik (update).

Jadi, kesimpulanya dalam pembuatan product di butuhkan proses dan software termasuk salah satu product yang selalu membutuhkan proses dalam pembuatanya untuk selalu melengkapi kebutuhan system/user agar terpenuhi.

Sekian dulu postingan dari saya tentang Analisis Software Model Proses, terimakasih telah membaca artikel ini, sampai ketemu lagi di postingan selanjutnya.

9/20/2014

Pembuatan Model Software Proses

Pembuatan Model Software Proses - Dalam pembahasan kali ini saya akan coba membahas tentang bagaimana Proses Pembuatan Software & Tahapan-Tahapan apa saja yang perlu di perhatikan dalam pembuatan software sampai dengan selesai. Mungkin akan terbesit suatu pertanyaan tentang mengapa dalam pembuatan software itu begitu banyak memakan waktu dan biaya yang di keluarkan begitu banyak walaupun tak terasa.

Pembuatan Model Software Proses

Pendapat saya mungkin hal yang menyebabkan itu semua terjadi karena kita harus melakukan proses analyst sistem dan proses pengembangan sistem Software Life Cycle yaitu sebagai berikut :
  1. Analisis kebutuhan
  2. Analisis Spesifikasi Software
  3. Tahap Perencanaan
  4. Desain Software
  5. Tahap Implementasi
  6. Tahap Integrasi
  7. Maintenance
  8. Pengunduran Diri
Analisis Kebutuhan
Dalam tahap proses analisis kita harus melakukan proses berikut ini :
  • Definisi Masalah
Pada tahap ini pendefinisian masalah yang terjadi dalam pembuatan sistem dan program yang seperti apa yang akan di buat nanti untuk memenuhi user.
  • Analisis Kebutuhan
Pada tahapan ini seorang analyst melakukan pengumpulan data dengan cara Observasi, Wawancara, Pengumpulan Sample untuk mengetahui apa saja yang kebutuhan user untuk program yang akan di buat nanti.

Analisis Spesifikasi Software
Dalam tahapan ini seorang analyst harus tau Spesifikasi Software seperti apa yang di inginkan sesuai pesanan user, agar tau keinginan user maka dari itu data-data yang sebelumnya telah dikumpulkan dari tahap Definisi Masalah dan tahap Analisis Kebutuhan, harus di pergunakan dengan baik agar bisa menetapkan spesifikasi software yang seperti apa yang terbaik bagi user nanti.

Tahap Perencanaan
Dalam membuat program di suatu sistem tertentu kita pun harus membuat perencanaan yang matang agar bila nanti kita membangun suatu program terencana dengan baik dan terjadwal sesuai dengan perencanaan yang telah di buat demi mengefisiensikan waktu yang di butuhkan.

Desain/Perancangan Software
Dalam tahap ini seorang analyst mulai membuat desain yang nantinya akan di serahkan kepada programer untuk di buatkan program, maka untuk mendesain sistem yang di buat nanti seorang analyst harus membuat Flowchart, Flowmap, DFD, ERD, Workflow. Lalu programer akan membuat pseudocodenya seperti apa dan bisa langsung di transformasikan ke dalam tahap coding.

Tahap Implementasi
Pada tahap ini setelah mendapatkan data yang cukup jelas tentang seperti apa program yang akan di buat saatnya seorang programer melakukan tugasnya dalam pembuatan program dan memulai coding, testing program dan penyerahan program.

Tahap Integrasi
Pada tahap ini proses yang dilakukan adalah melakukan penggabungan-penggabungan dari data yang telah dikumpulkan sebelumnya untuk membuat suatu program yang utuh dan maksimal dalam pembuatannya.

Maintenance
Belum cukup sampai disitu :D masih ada proses maintenance yang biasanya memakan waktu 50% dari kegiatan Sofware Life Cycle dan memakan waktu dan biaya yang cukup besar, dalam proses maintenance seorang programer melakukan pelatihan, perbaikan dan penambahan sesuai kebutuhan user dalam proses maintenance juga bisa juga dilakukan kegiatan peningkatan program seperti misalnya Program Pepustakaan v.1.0, user ternyata memiliki kebijakan sistem baru dan menginginkan tampilan program yang lebih simple namun fleksible, lalu seorang programer melakukan peningkatan program dengan cara memperbaiki dan menambahkan source kode sebelumnya dan biasanya memakan waktu yang cukup lama, setelah program jadi lalu nama software nya di ubah menjadi Program Perpustakaan v.2.0 ini menandakan versinya di tingkatkan, lalu melakukan testing program dan pelatihan program kepada user.

Pengunduran diri
Terakhir dalam tahap pengunduran diri ini, suatu software yang sudah cukup memenuhi kebutuhan user atau sebuah software yang sudah tidak lagi di pergunakan karena sudah ada software yang lebih baik dari software sebelumnya atau pun sebuah software tidak lagi melakukan peningkatan software, maka dari itu di lakukan tahap pengunduran diri.

Jadi, itulah sebuah proses tahapan yang dilakukan untuk membuat sebuah sofware untuk memenuhi kebutuhan sistem atau instalasi untuk mempermudah sistem yang telah ada menjadi lebih efisien ternyata dalam fakta pembuatannya membutuhkan waktu yang lama, proses yang cukup panjang dan memakan banyak biaya, mitos yang beredar saat ini bagi perusahaan mungkin pada suatu instalasi ingin merubah sistem yang ada dengan menambahkan suatu software untuk waktu yang singkat adalah keputusan yang kurang tepat dan bila itu di paksakan akan memakan waktu lalu biaya yang besar namun percuma karena hasilnya yang di dapat pun kurang memuaskan.

Itulah penjelasan saya tentang mengapa dalam pembuatan program di butukan waktu yang lama dan biaya yang besar dengan melihat aspek-aspek yang ada melakukan analyst, membuat program dan menerapkannya :).

Sekian dulu postingan dari saya tentang Pembuatan Model Software Proses, mungkin insya allah kita akan bertemu lagi di postingan selanjutnya pada pembahasan yang berbeda tentunya.

Generic View Rekayasa Perangkat Lunak

Generic View Rekayasa Perangkat Lunak - Dalam dunia IT sesuai dengan kenyataan dan realita sebagai mahasiswa informatika kita tidak akan pernah lepas dengan yang namanya software, diperkuliahan pun pasti ada suatu saat ketika kita ditugaskan oleh dosen dengan membuat project atau pun bila melakukan kegiatan KNM atau magang di suatu perusahaan, kita bisa saja membuat sistem informasi yang baru dan mengganti sistem yang lama dengan berbagai tahap SDLC (Software Development Life Cycle) lalu pada akhirnya kita akan membuat software untuk melengkapi sistem yang baru.

Dalam membuat software pada pembahasan sebelumnya sudah di jelaskan panjang lebar tentang "Proses Pembuatan Software" dengan Software Life Cycle. Pada pembahasan kali ini saya akan mencoba menjelaskan tentang, Generic View Rekayasa Perangkat Lunak.

Sebelum memasuki pembahasan siklus Generic View SE, saya akan mencoba menjelaskan tentang karakteristik software, kita bisa lihat software itu tidak bisa di samakan dengan pekerjaan manufaktur yang antar bagian dan bagian yang lain bisa di kerjakan oleh orang lain, dalam perancangan software di butuhkan teamwork yang solid dan sesuatu yang harus di mulai dari awal dan akhir proses pengerjaannya, pada suatu project perusahaan misalkan ada seseorang yang ikut bergabung di tengah-tengah project dan itu akan menyebabkan keterlambatan, karena orang yang baru itu mau tidak mau harus menganalisis ulang apa yang telah di kerjakan sebelumnya, di tambah lagi bisa saja orang baru tersebut memiliki pemikiran yang berbeda dengan teman satu teamnya dan harus di butuhkan penyesuaian team dari awal, keadaan mungkin akan berbeda ketika orang baru tersebut dapat cepat beradaptasi, menyesuaikan diri, mengikuti, meneruskan pemikiran teamnya dan cepat dalam menganalisis, mungkin project yang di kerjakan akan lebih mudah.

Sifat softwate itu Zero Tolerance yang artinya software itu akan terus berguna walaupun sudah tidak melakukan peningkatan versi dan update bisa di sebut dengan Pengunduran Diri yang ada di dalam tahap akhir Software Life Cycle, contoh simplenya windows XP sudah mau tutup versi di bulan april 2014 nanti, tapi saya yakin masih banyak pengguna yang menggunakan OS tersebut :).

Generic View of SE
Dalam Generic View of SE atau siklus hidup sofware itu sendiri ada beberapa tahap yaitu sebagai berikut :
  1. Kebutuhan
  2. Spesifikasi
  3. Design
  4. Code
  5. Test Program
  6. Debug
  7. Maintenance
Kebutuhan
Tahap awal yaitu dimana kita harus mencari tau kebutuhan customer, kita akan mewawancara customer kebutuhan sistem yang seperti apa yang di inginkan dan akan di buatkan nanti.

Spesifikasi
Pada tahap ini kita harus tau spesifikasi sofware yang seperti apa yang di inginkan dan sesuai dari segi perangkat hardware, sistem operasi apa yang digunakan, dan software berbasis apa yang di inginkan berbasis web, mobile, maupun deskop.

Design
Tahap design ini penting di gunakan untuk seorang analyst sistem, karena bila kita membuat perancangan model software menggunakan berbagai diagram use case, activity diagram, class diagram, sequence diagram, flowmap, flowchart, workflow, UML dll. Seorang programer akan lebih mudah memahami dan menerjemahkan ke dalam bahasa pemrograman apapun dan bisa di implementasikan ke dalam tahap Code.

Code
Setelah mendapatkan design yang cukup jelas untuk selanjutnya ke tahap Code (Coding) dimana seorang programer menjalankan pekerjaanya dengan membuat program dengan bahasa pemrograman yang di kuasainya maupun sesuai dengan spesifikasi software.

Test Program
Di tahap ini programer melakukan test program dengan menjalankan program yang telah di buat sebelumnya, dan mencari kesalahan dan kekurangannya.

Debug
Debug ini seorang programer memperbaiki kesalahan dan kekurangan setelah melakukan test program yang bisa saja menghasilkan, syntax error, logical error maupun runtime error.

Maintenance
Tahap terakhir yaitu maintenance, pada tahap ini yang di kerjakan adalah menyerahkan program kepada customer, menjalankannya, melakukan pelatihan menanyakan apa yang kurang dan apa yang di butuhkan, lalu melakukan proses perbaikan (Repair), pada tahap ini bisa saja seorang perancang sistem melakukan tahap Generic View of SE untuk kedua kalinya untuk memperbaiki dan menerapkan perubahan baru atau tambahan baru yang diminta customer (Pemesan Program), maka dari itu pada tahap ini di butuhkan biaya yang besar dan memakan waktu yang cukup lama, dan bisa saja tahap pengulangan siklus pada Generic View of SE terjadi berulang kali dan berhenti sampai program yang di buatkan sesuai standar yang di inginkan customer.

Sekian dulu Review tentang Generic View Rekayasa Perangkat Lunak, bila ada yang ingin share ataupun memberi tanggapan, di mohon komen nya untuk kita bisa sama-sama berdiskusi.

Pengertian RPL

Pengertian RPL - Pada pembahasan kali ini saya dihadapi dengan suatu materi kuliah yang cukup asing bagi saya yaitu rekayasa perangkat lunak atau bisa di singkat RPL, ada beberapa pengertian dari berbagai sumber tentang RPL ini yaitu sebagai berikut :

Pengertian RPL

Menurut Wikipedia : Rekayasa perangkat lunak adalah satu bidang profesi yang mendalami cara-cara pengembangan perangkat lunak termasuk pembuatan, pemeliharaan, manajemen organisasi pengembanganan perangkat lunak dan manajemen kualitas.

Menurut IEEE Computer Society : Rekayasa perangkat lunak sebagai penerapan suatu pendekatan yang sistematis, disiplin dan terkuantifikasi atas pengembangan, penggunaan dan pemeliharaan perangkat lunak, serta studi atas pendekatan-pendekatan ini, yaitu penerapan pendekatan engineering atas perangkat lunak.

Jadi, Rekayasa Perangkat Lunak adalah pengubahan perangkat lunak itu sendiri guna mengembangkan, memelihara, dan membangun kembali dengan menggunakan prinsip rekayasa untuk menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja lebih efisien dan efektif untuk pengguna perangkat lunak (software).

Sekian artikel tentang Pengertian RPL, semoga bermanfaat.

Analisis Software Model OSSD

Opportunistic Software System Development Model

Analisis Software Model OSSD - Opportunistic Software System Development Model atau bisa disebut (OSSDM) merupakan suatu sistem pemodelan yang masih baru dan masih jarang sekali digunakan oleh para programmer, model ini berfokus pada menemukan dan merekatkan potongan-potongan RPL yang belum sama sekali di satukan, sepertinya ini hampir sama dengan RUP namun bedanya bila RUP menyatukan kumpulan dari contoh latihan yang terbaik.

Analisis Software Model OSSD

3 Aspek Utama Dalam OSSDM
  • Desain
  • Konstruksi
  • Management Proses
Penekanannya adalah pada rekayasa cerdas, kreativitas, inovasi, dan cara-cara imajinatif untuk menemukan dan menempelkan software untuk menyediakan sistem interoperable dan di maintenance yang memenuhi kebutuhan pengguna.

Bisa kita lihat pada gambar di atas ada tahap "First Prototype" yang artinya rancangan awal pertama yang langsung di sajikan kepada customer lalu bila ada kekurangan langsung dilakukan modifikasi sesuai kebutuhan agar sistem benar benar optimal dan customer merasa terpuaskan lalu dilanjutkan pada tahap "Think of Idea for Improvement" dilakukan kegiatan ide ide baru apa yang ingin di tambahkan pada sistem yang sedang di rancang, jadi sistem ini terus melakukan iterasi sampai muncul ide ide baru dan terus berkembang demi tercapainya kepuasan dari customer dengan sistem yang sedang di rancang sampai benar benar matang lalu di hentikan proses iterasi tersebut, jadi pada model OSSDM ini sama halnya dengan model prototyping & XP model yang banyak melakukan komunikasi (feedback) antara development (pengembang) dengan customer (klien).

Jadi intinya Model Generic Software Oportunitis Software System Development (OSSDM) ini sepeti pembahasan sebelumnya mencari dan melakukan perekatan bersama dalam ruang lingkup perangkat lunak (software) yang tidak pernah dirancang untuk bekerja bersama-sama, dilakukan perubahan agar bisa berkerja bersama-sama.


Artikel Terkait :

Sekian postingan tentang Analisis Software Model OSSD semoga bermanfaat.

Analisis Software Model RUP

Rational Unified Process

Analisis Software Model RUP - Rational Unified Process (RUP) merupakan suatu metode rekayasa perangkat lunak yang dikembangkan dengan mengumpulkan berbagai best practises yang terdapat dalam industri pengembangan perangkat lunak.

RUP menggunakan konsep object oriented, dengan aktifitas yang berfokus pada pengembangan model dengan menggunakan Unified Model Language (UML), intinya model ini lebih ditekankan pada kumpulan latihan yang bisa dijadikan suatu sistem utuh.

Analisis Software Model RUP

Inception
  • Menentukan ruang lingkup proyek.
  • Membuat business case.
  • Memenuhi syarat bahwa program telah memenuhin syarat..
Elaboration
  • Menganalisa berbagai persyaratan dan resiko.
  • Menetapkan base line.
  • Merencanakan fase berikutnya yaitu construction.
Construction
  • Melakukan sederetan iterasi.
  • Pada setiap iterasi akan melibatkan proses analisa desain, implementasi dan testing.
Transistion
  • Membuat apa yang sudah dimodelkan menjadi suatu produk yang utuh.
  • Beta dan performance testing.
  • Membuat dokumentasi tambahan seperti training, user guides dan sales kit.
  • Membuat rencana peluncuran produk ke komunitas pengguna.
Kelebihan RUP
  • Software yang dikembangkan dengan metode ini biasanya menghasilkan kualitas yang baik.
  • Document pengembangan sistem sangat terorganisir, karena setiap fase harus terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke fase berikutnya.
Kelemahan RUP
  • Membutuhkan keahlian yang baik atau yang telah berpengalaman dalam mengembangkan perangkat lunak dalam arti metode ini kurang cocok bagi pemula.
  • Diperlukan majaemen yang baik, karena proses pengembangan tidak dapat berulang sebelum menghasilkan suatu produk yaitu aplikasi. Jadi apabila dalam suatu proses seperti perancangan tidak selesai tepat waktu maka akan mempengaruhi keseluruhan proses pengembangan perangkat lunak.

Artikel Terkait :
Sekian postingan tentang Analisis Software Model RUP semoga bermanfaat.

Analisis Software Model XP

Extreme Programming Model

Analisis Software Model XP - Extreme Programming Model atau bisa di singkat menjadi XP Model, XP Model ini merupakan model terbaru bagi kalangan perancangan pemodelan sistem yang diciptakan oleh kent black.

Tahap dalam XP yaitu sebgai berikut :
  • Listen
  • Test
  • Code
  • Design
Pada tahapannya pertama "listen" yang artinya langsung berkomunikasi dengan customer lalu langsung melakukan test program lalu pengkodean setelah itu design ... timbul pertanyaan mengapa design di model XP ini di letakan tahap paling akhir, mungkin menurut saya agar program yang di rancang cepat selesai dengan estimasi waktu, biaya dan tenaga yang seminimalisir dalam jumlah pengeluarannya, jadi program yang di buat selesai dengan tahap yang extreme dan tidak lupa juga tetap mempertahankan kualitas program itu sendiri ...

Ciri khas dalam XP
  • Efisien
  • Fleksibel
  • Dapat di perkirakan
  • Bersifat ilmiah
  • Resiko rendah dalam development
Dalam model XP ini menekankan (fokus) pada customer yang berkomunikasi langsung dalam perancangan pemodelan, pengujian maupun design.

Kelebihan XP Model
Komunikasi
Komunikasi antara developer dan klien sering menjadi masalah, karena itu komunikasi dalam XP dibangun dengan melakukan pemrograman berpasangan "pair programming". Developer didampingi oleh pihak klien dalam melakukan coding dan unit testing sehingga klien bisa terlibat langsung dalam pemrograman sambil berkomunikasi dengan developer.

Sederhana
Menekankan pada kesederhanaan dalam melakukan pengkodingan, lebih baik melakukan hal yang sederhana dan mengembangkannya besok jika diperlukan. Komunikasi yang lebih banyak mempermudah dan rancangan yang sederhana mengurangi penjelasan, intinya langsung di kerjakan dengan sedikit penjelasan.

Feedback
Setiap feedback yang ditanggapi dengan melakukan tes, unit test atau system integration dan jangan pernah menunda proses karena biaya akan membengkak dari segi uang, tenaga dan waktu.

Berani
Banyak ide baru dan berani mencobanya, berani mengerjakan kembali dan setiap kali kesalahan ditemukan dan langsung diperbaiki.

Quality Work
Semua nilai di atas berujung pada sebuah kondisi di mana kita melakukan pekerjaan dengan berkualitas. Dengan proses yang berkualitas maka implikasinya akan muncul pula perangkat lunak yang berkualitas sebagai hasil akhirnya.

Kelemahan XP Model
  • Developer harus selalu siap dengan perubahan karena perubahan akan selalu diterima.
  • Tidak bisa membuat kode yang detail di awal "prinsip simplicity dan juga anjuran untuk melakukan apa yang diperlukan hari itu juga".

Artikel Terkait :
Sekian postingan tentang Analisis Software Model XP semoga bermanfaat.

Analisis Software Model Incremental

Incremental Model

Analisis Software Model Incremental - Model jenis ini ada karena gabungan dari 2 atau lebih element-element yang ada pada model waterfall pressman dan juga model waterfall yang iteratif atau melakukan perulangan versi waterfall model.

Model waterfall merupakan model yang cukup populer dengan kemudahan dalam perancangannya dalam skala tertentu "sequensial" berurutan, bila model waterafall tersebut saling digabungkan maka dibentuklah model baru yang lebih baik, lengkap, statis yaitu incremental model.

Inti dari model ini merupakan pengembangan dari model waterfall yang bardampak positif bagi sistem demi kelengkapan dari segi kebutuhan (requirement) yang seminimal mungkin karena sudah banyak yang terpenuhi sedikit demi sedikit di dalam sistem yang menggunakan model perancangan incremental model.

Kelebihan Incremental Model
  • Relatif sedikit jumlah programer atau developer yang digunakan.
  • Memberikan  operasional mutu produk pada tiap stage, tetapi satu yang memuaskan hanya subset kebutuhan klien.
  • Mengurangi efek traumatis dari mengesankan suatu produk sepenuhnya baru pada organisasi klien dengan menyediakan suatu pengenalan berangsur-angsur.
  • Klien bisa melihat sistem dan memberikan feedback.
Kekurangan Incremental Model
  • Semangat melakukan proses membangun dan memperbaiki perangkat lunak bisa menurun, karena terlalu banyaknya iterasi yang dilakukan.
  • Kesalahan pada design menjadi bagian dari sistem dan sulit untuk memperbaikinya.
  • Klien melihat kemungkinan-kemungkinan yang ada sehingga ingin mengubah kebutuhan.

Artikel Terkait :
Sekian postingan tentang Analisis Software Model Incremental semoga bermanfaat.

Analisis Software Model Prototype

Prototype Model

Analisis Software Model Prototype - Prototype model yaitu suatu model yang belum sepenuhnya menjadi suatu rancangan jadi yang utuh karena bertujuan untuk lebih dekat berkomunikasi dengan pemesan program, perancangan berfokus pada "listen to customer" jadi pada proses pembuatan modelnya antara development dan customer lebih banyak berkomunikasi (feed back) dalam perancangannya yang pada intinya pengembang lebih di tekankan untuk lebih banyak berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan pemesan sistem (customer).
 
Analisis Software Model Prototype

Pada tahap pertama "Listen to Customer" yang melakukan proses komunikasi dengan development yang langsung di terapkan dengan keinginan customer dengan tahap "Build/Revise Mock-Up" yaitu pembuatan pemodelan setengah jadi dan di lanjutkan ke tahap "Customer Test Drives Mock-Up" yang merupakan suatu kegiatan test program kepada customer apa sesuai yang di harapkan atau ada yang ingin di tambahkan dari system program yang di rancang bila ada kebutuhan yang kurang di lanjutkan ke tahap semula "Listen to Costumer" terus melakukan looping sampai sistem program yang di rancang sudah cukup memuaskan customer dari segi kebutuhan sistem, kelemahannya mungkin kegiatan looping ini terus melakukan iterasi tanpa perkembangan jadi hanya mencakup skup" tertentu saja, kelebihannya mungkin lebih banyak komunikasi antara development dengan customer.

Kelebihan Model Prototype
  • Model ini akan digunakan jika perangkat lunak yang akan dibuat telah didefinisikan secara khusus oleh pelanggan dan pengembang.
  • Pendefinisian tersebut antara lain mengidentifikasi kebutuhan output, pemrosesan, input detail, kepastian terhadap efisiensi algoritme, penyesuaian dari sebuah sistem operasi, dan bentuk-bentuk yang harus dilakukan oleh interaksi manusia dengan mesin.
  • Intinya model ini dirancang untuk mendorong konsumen maupun pengembang agar memahami kebutuhan.
Kekurangan Model Prototype
  • Tidak ada cara untuk mengetahui banyaknya iterasi yang diperlukan.
  • Membuat prototype / prototyping dapat mendorong ke arah perancangan sistem yang kurang baik.
  • Tujuan utama protoyping adalah perkembangan cepat, perancangan sistem kadang-kadang dapat rusak sebab sistem dibangun pada rangkaian “lapisan” tanpa integrasi pertimbangan global dari semua komponen lain.

Artikel Terkait :
Sekian postingan tentang Analisis Software Model Prototype semoga bermanfaat.