Analisis Software Model Waterfall - Pada kesempatan kali ini berhubung tugas yang menumpuk lalu telah mendekati UTS saya agak telat menjelaskan tentang analisis berbagai jenis generic software proses model :D, software proses model ini merupakan hal terpenting atau salah satu aspek utama dalam proses pembuatan software yaitu pemodelan sistem, tanpa adanya pemodelan sistem maka suatu sistem akan bisa jadi gagal untuk di kembangkan karena tahap-tahapnya yang kurang terjadwal, terencana, terkonsep atau terorganisir dengan baik dari segi biaya, sumber daya, tenaga, maupun estimasi waktu proses pembuatan sistem.
Langsung saja ya ^_^ lets the point.
Dalam jenis-jenis pemodelan sistem ada 7 macam yang
saat ini saya ketahui dan mungkin saja seiring dengan perkembangan zaman model-model
software ini akan terus berkembang menjadi lebih kompleks karena mungkin saja
teknologi yang berkembang di masa mendatang akan menjadi lebih canggih dan
modern dibandingkan teknologi informasi (sumber daya) yang ada saat ini.
7 jenis software proses model yaitu sebagai berikut :
Waterfall Model
Waterfall model? apa sih yang kita ketahui tentang
waterfall? air terjun? *benar memang air terjun :D, lalu apa hubungannya
dengan pemodelan sistem? *jelas ada hubungannya karena ya memang bentuknya
seperti air terjun yang dari tahap atas sampai tahap paling bawah
(minimalisasi) dari segi kebutuhan yang sudah terpenuhi artinya kebutuhan yang
tadinya maksimal menjadi minimal karena proses model waterfall ini, waterfall model ini bisa juga disebut "linear sequence model" atau
"classic life cycle", model ini sistem ini pertama kali di kenal pada
tahun 1970an *sudah kuno sekali ya? memang kuno, namun jangan salah software
proses model ini merupakan model yang sering digunakan (populer).
Ciri khas model waterfall ini yaitu dalam tahap
rekayasa perangkat lunak nya harus berurutan dari satu tahap ke tahap
selanjutnya jadi tidak bisa melompati dari tahap satu ke 2 tahap setelah nya
ataupun sebelumnya, lalu memakan banyak biaya dan waktu bila suatu sistem yang
di kembangkan selalu melakukan perubahan dalam sistemnya, maka dari itu model
software proses ini biasa di gunakan oleh development skala besar dan memakan waktu yang lama dalam proses pengerjaan lalu jarang
melakukan perubahan sistem maupun peningkatan versi.
Waterfall model ini ada 2 jenis menurut referensi
pressman & referensi sommerville namun pada intinya tetep sama menjelaskan
tentang requerments, design dan quality.
Waterfall Model Referensi Pressman
Waterfall Model Refersnsi Sommerville
Kelebihan Model Waterfall
- Merupakan model pengembangan paling handal dan paling lama digunakan.
- Cocok untuk system software berskala besar.
- Cocok untuk system software yang bersifat generic.
- Pengerjaan project system akan terjadwal dengan baik dan mudah dikontrol.
Kekurangan Model Waterfall
- Perubahan sulit dilakukan karena sifatnya yang kaku.
- Karena sifat kakunya, model ini cocok ketika kebutuhan dikumpulkan secara lengkap sehingga perubahan bisa ditekan sekecil mungkin. Tapi pada kenyataannya jarang sekali konsumen/pengguna yang bisa memberikan kebutuhan secara lengkap, perubahan kebutuhan adalah sesuatu yang wajar terjadi.
- Waterfall pada umumnya digunakan untuk rekayasa sistem yang besar dimana proyek dikerjakan di beberapa tempat berbeda, dan dibagi menjadi beberapa bagian sub-proyek.
- Persyaratan system harus digambarkan dengan jelas.
- Rincian proses harus benar-benar jelas dan tidak boleh berubah-ubah.
- Sulit untuk mengadaptasi jika terjadi perubahan spesifikasi pada suatu tahapan pengembangan.
Artikel Terkait :


bagus jelas sekali
BalasHapusthanks gan, sering sering mampir ya :)
HapusMantap bro✨
BalasHapusiyee gan ini materi ane kuliah dlu wkwk
Hapus