2/13/2026

MBG Selama Puasa - Bisakah Diuangkan?

MBG Selama Puasa - Bisakah Diuangkan?

Selengkapnya:

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan kebijakan bantuan pemerintah yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh Indonesia. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mengatasi masalah malnutrisi dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Saat bulan Ramadan, mekanisme penyaluran MBG mengalami penyesuaian. Alih-alih diberikan dan dikonsumsi langsung di sekolah, BGN menyediakan makanan yang bisa dibawa pulang dan disantap saat berbuka puasa. Menu tersebut dirancang agar tahan lama hingga waktu berbuka tanpa mengurangi kualitas gizinya.

Menanggapi pertanyaan apakah bantuan MBG dapat diuangkan menjadi uang tunai, pemerintah menegaskan bahwa program ini tetap berbasis pemberian makanan secara langsung, bukan uang tunai. Pembagian bantuan berupa makanan bergizi ditetapkan sesuai aturan pelaksanaan program dan tidak diubah menjadi bentuk uang.

Artinya, meskipun makanan MBG bisa dibawa pulang saat puasa, tidak ada kebijakan resmi yang membolehkan MBG ditukar atau diuangkan menjadi uang tunai. Pemerintah tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan gizi secara langsung untuk penerima manfaat.

Penyesuaian mekanisme ini bertujuan untuk memastikan program tetap berjalan sepanjang Ramadan tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa, sekaligus memastikan penerima tetap menerima manfaat nutrisi yang dirancang oleh BGN dan tim ahli gizi.

#mbg #makanbergizigratis #kdm #dedimulyadi #bapakaing

1/23/2026

Foto Mahal KDM Dan Raffi Ahmad

Foto Mahal Moment KDM Dan Raffi Ahmad 😊


Kang Dedi Mulyadi (KDM) dan Raffi Ahmad menunjukkan hubungan yang hangat dan penuh respek sebagai sahabat dan figur publik yang saling mendukung.

Kang Dedi Mulyadi, yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, dikenal sebagai tokoh yang dekat dengan masyarakat dan kerap memperkenalkan program-program positif untuk generasi muda serta membangun karakter lewat inisiatifnya.

Sementara itu, Raffi Ahmad aktor, presenter, dan pengusaha sukses tidak hanya berkarya di dunia hiburan, tetapi juga aktif mengapresiasi hal-hal inspiratif yang berdampak sosial.

Keduanya bahkan terlihat saling menghormati dan berbagi momen kebersamaan yang menghangatkan hati di berbagai kesempatan!

Dari pertemuan santai di luar acara resmi hingga publik saling mendukung melalui unggahan media sosial, hubungan mereka mencerminkan persahabatan yang positif dan saling memotivasi.

Persahabatan seperti ini bukan hanya sekadar foto bersama tetapi simbol bahwa dua dunia yang berbeda (politik publik & dunia hiburan) bisa saling menghargai, bersinergi, dan memberi contoh baik untuk banyak orang.

Sumber: Raffi Ahmad - Facebook

#kdm #raffiahmad #dedimulyadi #gubernurjabar #kangdedimulyadi

6/10/2025

Indonesia 🇮🇩 Kalah Telak Lawan Jepang Karena Ini

Wadaw! Jam Rolex jangan sampai buat semua pemain LUPA DIRI! 🇮🇩⌚ Jangan sampai euforia ini bikin mereka MATI STRATEGI lawan Jepang!

Rolex dari Prabowo bikin geger! Tapi kalau lupa strategi kontra Jepang… siap‑siap kita sendiri yang TUMBANG!

Hadiah mewah Jangan bikin GAGAL FOKUS paling utama strategi selama lawan Jepang!

Kalau euforia jam mewah bikin mereka over‑appreciated, semua strategi lawan Jepang ini GAGAL total!

Strategi WAJIB diingat 🔥:

  1. Mid‑block tinggi – jaga kontrol ruang tengah!
  2. Hindari build‑up dari belakang – jangan mudah dipotong!
  3. Counter attack cepat lewat sayap – ledakan lewat ujung lapangan!
  4. Disiplin & kompak di lini belakang – lawan superior, jangan lengah!
  5. Manfaatkan bola mati & umpan panjang – eksekusi tajam = peluang emas!

🎯 Kalau tetap gak FOKUS, bukan Jepang yang tumbang… justru kita yang bakal keok! 🚨 Bang - Ole Romeny Tolong Cetak Angka Lagi!

Bagaimana Pendapatmu? Tulis Di Kolom Komentar Ya!

5/04/2025

Menuju Jawa Barat Istimewa: Mimpi Kang Dedi yang Menyatu dengan Alam dan Rakyatnya

Di sebuah pagi yang cerah, di hamparan bukit hijau yang memandang ke lembah subur dengan sawah-sawah berpetak rapi seperti karya seni dari tangan Tuhan, Kang Dedi Mulyadi berdiri di hadapan rakyatnya. Ia bukan sekadar pemimpin, tapi penjaga warisan leluhur, pembawa mimpi yang tumbuh dari akar budaya dan kasih kepada tanah Pasundan.

Dengan ikat kepala putih dan pakaian sederhana khas Sunda, ia menunjuk ke arah cakrawala, tempat matahari perlahan menyinari setiap jengkal bumi Jawa Barat. "Di sana," katanya dengan suara penuh keyakinan, "adalah tempat di mana anak-anak akan tumbuh tanpa takut akan kelaparan, di mana petani kita tidak hanya bercocok tanam, tapi juga bermartabat. Di sanalah Jawa Barat yang istimewa akan lahir."

Ribuan rakyat menyertainya, dari anak-anak muda, ibu-ibu berkebaya, sampai kakek-nenek yang berjalan perlahan—semua menuju impian yang sama. Mereka datang bukan karena diperintah, tapi karena percaya. Percaya pada mimpi Kang Dedi bahwa kemajuan tidak harus membunuh alam, dan kesejahteraan tidak harus mengorbankan jati diri.

Dalam pandangan Kang Dedi, desa bukan objek pembangunan, tapi subjek kehidupan. Alam bukan ladang eksploitasi, tapi rumah yang harus dirawat. Ia ingin membangun Jawa Barat yang berakar pada nilai-nilai lokal, yang menjadikan budaya sebagai kekuatan, bukan sekadar hiasan.

Sawah-sawah itu akan tetap hijau, hutan tetap rindang, dan anak-anak desa tetap bisa menari di tengah lapang, tanpa harus malu dengan identitasnya. Ini bukan utopia. Ini adalah visi Kang Dedi Mulyadi—sebuah Jawa Barat yang lestari, mandiri, dan sejahtera.

Dan hari itu, di atas bukit yang menyambut sinar pagi, impian itu mulai berjalan. Bersama rakyatnya.